Pintar Bernegosiasi Di Pasar Bisa Menambah Rizki

Posted by on Jun 08, 2013

PINTAR BERNEGOSIASI DI PASAR BISA MENAMBAH RIZKI

Oleh : H. Muhyiddin Zainul Arifin

(Pecinta Dhiba’ Simtut Duror, Jamrut Washol dan Manakib Taras)

Banyak jalan menuju roma, sebuah ungkapan lama yang melekat di otak kita. Hidup yang berkecukupan menjadi harapan setiap orang. Banyak jalan bisa di raih agar orang bisa hidup sejahtera.  Bekerja dan berdoa adalah kata kuncinya. Orang tua berlomba-lomba mencarikan anaknya sekolah yang berkualitas dengan harapan anaknya kelak unggul sehingga bisa survive dalam persaingan hidup.  Mendapat pekerjaan yang bergaji tinggi tanpa harus banyak mengeluarkan keringat. Sebuah kebahagiaan dan kebanggaan orang tua bila anaknya menjadi orang penting dan sejahtera hidupnya.

Bahkan bagi kelompok yang mendewakan uang, mereka bisnis di seluruh waktunya “24 jam” tanpa ada yang tersisa untuk sujud pada Allah yang telah memberikan rizki baginya. Namun hasil yang diterima tidak sepadan dengan tenaga yang dikeluarkan. Ada sebagian yang bekerja di sedikit waktunya namun hasilnya sangat besar. Masih banyak waktu untuk ibadah dan kegiatan sosial keagamaan yang lain.

Uang itu ibarat bayangan. Bila kita berlari lebih cepat, uang akan selalu di depan kita. Bila kita berhenti maka berhenti pula bayangan itu. Bagaimana sebaiknya ? Gunakan akal dan skill agar bayangan yang diam itu bisa di tangkap. Kemampuan SDM yang unggul itulah yang diperlukan agar uang bisa dengan mudah di dapat tanpa harus kehilangan banyak waktu untuk mengejar uang. Semakin langka kemampuan semakin banyak pundi-pundi yang datang. Tanpa di kejarpun mereka akan datang sendiri.

Sebagian orang tua memilih pesantren sebagai lahan menimba ilmu supaya kehidupan anaknya bisa selamat di dunia dan akhirat. Sejahtera dalam hidupnya, berkecukupan harta dan tinggi kedudukannya di masyarakat.    Pendekatan keagamaan agar orang bisa hidup sejahtera, rizkinya melimpah ruah  yang sering kita dengar adalah membaca surat waqiah dan sholawat. Alhamdulillah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum sendiri sudah berjalan kegiatan pembacaan Surat Waqi’ah, Sholawat Nabi, Manakib, Dhiba’ Simtut Duror yang di antara fadhilahnya adalah memperlancar rizki si pembacanya. Para pembaca yakin bahwa fadhilah itu memang nyata mengingat kegiatan ini survive sampai sekarang.

Pada kesempatan ini saya ingin sedikit mengulas tentang Negosiasi di Pasar yang bisa menambah pendapatan :

  1. 1.      Katakan tidak pada tawaran pertama

Kasus : Suatu hari Gus Taras ingin beli mobil, setelah janjian ketemu dengan penjual terjadilah negosiasi harga.

Gus      : Berapa anda jual mobil ini Kijang LGX tahun 2004 ini ?

P          : Rp. 125.000.000,00

G            : Mulai berfikir betapa murahnya harga mobil ini, pasarannya masih di atas Rp. 130.000.000,00 . Biasanya tidak sabar untuk langsung membelinya sebelum kedahuluan orang lain.

Usul       : Sebaiknya anda tes mobil itu, kendarai sebentar dan berkatalah pada pemiliknya : ini bukan mobil yang saya cari, tapi kalau di lepas dengan harga Rp. 100.000.000,00 saya akan membelinya.

Anda akan menunggu reaksi penjual, reaksi kemarahan karena tawaran anda sangat murah. Tapi mungkin hasilnya akan berbeda. Istri penjual itu akan bilang “sudahlah mas lepas saja mobil itu saya sudah tidak sabar ingin beli innova seri terbaru” . Inilah namanya rejeki. Mungkin malam harinya habis baca waqiah 41 x sehingga hati istri penjual menjadi tergerak untuk melepas mobil seharga Rp. 125 juta di jual dengan harga Rp. 100  juta.

Reaksi pembeli dalam hatinya : Ah .. mestinya harganya bisa lebih murah lagi atau jangan-jangan mobilnya ada yang error sehingga di jual dengan harga yang sangat murah. Ada sesuatu yang tidak beres. Maka berhati-hatilah transaksi di pasar. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa beruntung. Amiiin …

  1. 2.      Tidak Gampang Terkejut

Hari Jumat pagi  beberapa Ning Taras bergegas masuk mobil, mau ke Surabaya ziarah ke Makam kanjeng Sunan Ampel. Tidak jauh dari area makam banyak penjual baju gamis, takwa dan rukuh. Tapi yang lebih terkenal bisa mampir ke JMP, di jamin lebih lengkap dan bagus. Kira – kira transaksi di pasar  JMP yang akan terjadi sbb :

Ning     : Berapa harga kain sutra ini ?

P          : Hanya Rp. 1.000.000,00 saja.

N          : Itu harga yang sangat pantas.

Mungkin kalau saya yang mendengar bisa jantungan, masak harga kain sutra kecewa sampai sejuta. Itu tidak masuk akal. Perilaku konsumen kalau tidak terkejut dengan harga yang di tawarkan adalah karena mereka tidak berminat untuk membeli. Hanya sekedar mengukur harga. Tapi bila ada konsumen yang  bilang “ha.. mahal banget” inilah calon pembeli yang sudah siap duitnya.

Perilaku konsumen dan produsen memang di pertentangkan. Konsumen ingin harga yang paling murah, sebaliknya produsen ingin dapat keuntungan yang tinggi dengan penawaran tinggi. Proses tawar-menawar antar mereka itulah negosiasi di pasar.

Negosiasi di mulai dengan masing-masing pihak mencoba mendesak pihak lawan untuk menyatakan tawarannya lebih dulu. Bila penjual menyebut harga kain sutra kecewa itu Rp. 700.000,00 tentu di benak pembeli akan berkata “itu adalah harga tertinggi”. Di sini pembeli sudah mempunyai range harga tertinggi dan penjual mempunyai range terendah barang akan di lepas. Penjual akan menurunkan harga sedikit demi sedikit dan pembeli akan menaikkan harga sedikit-sedikit. Sampai bertemulah harga pasar itu.

Bila kita termasuk pembeli terkadang di butuhkan strategi “seolah-olah kita tidak butuh barang itu sehingga harga bisa lebih murah dari seharusnya”.

Contoh :

Seorang Konsultan di minta membantu memperbaiki situasi keuangan sebuah perusahaan. Direktur bilang : bahwa perusahaan sangat membutuhkan jasanya dengan tarif tertinggi Rp. 10.000.000,00 per bulan. Kemudian konsultan itu akan bilang, memang itu dulu tarif saya . Dengan muka yang terkejut dia bilang  “mohon maaf saya tidak bisa melakukan pekerjaan itu dengan tariff Rp. 10.000.000,00/bln.

Di sinilah kekuatan negosiasi sedang di uji. Mungkin Direktur akan bilang “ tariff yang lebih tinggi lagi yang bisa kami bayarkan adalah Rp. 15.000.000/bln. Ternyata dalam hitungan detik rizki konsultan itu bertambah Rp. 5.000.000/ bln. Subhanallah,  mungkin di malam hari sebelum ada transaksi itu di rumah konsultan di bacakan manakib dengan 3 ingkung lengkap.

Di sinilah peran penyeimbang antara kekuatan rohani dan jasmani. Kesejahteraan bisa di dapat dengan ilmu yang melekat. Bukan uang yang dikejar tapi bagaimana keahlian itu bisa mendatangkan uang dengan sendirinya. Wallahu A’lam.

Untuk edisi Perdana, cukup sekian dulu. Semoga ada guna dan manfaatnya, amiin.

Tulisan yang lain :

  • Seminar GodhekSeminar Godhek Jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.00 lebih, dalam sebuah ruangan yang menyerupai sebuah aula itu, yang terletak di pojok antara deretan bangunan […]
  • Nurani Sang KyaiNurani Sang Kyai Mbangkong di waktu shubuh bagi sebagian santri ada yang telah menjadi tradisi, Ndak tahu kenapa, apa memang waktu seperti itu merupakan waktu yang […]
  • Pondok Pesantren Bahrul UlumPondok Pesantren Bahrul Ulum PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM Tambakberas Jombang merupakan salah satu pondok pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur. Hingga sekarang pondok ini […]
  • Satu Arti Beda CaraSatu Arti Beda Cara Alkisah, pada zaman dahulu, di sebuah negeri dongeng, hidup seorang Raja yang terkenal sebagai seorang yang bertangan besi dan tidak mengenal ampun. […]
  • Gemuruh Sholawat di Bumi Bahrul UlumGemuruh Sholawat di Bumi Bahrul Ulum Panitia 1 Abad kembali menjadi inisiator kemeriahan peringatan keberadaan 1 abad madrasah di pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang […]

Leave a comment

Berlangganan Tulisan ke Email

Ketik email anda untu mendapatkan update terbaru langsung ke email anda.