NILAI – NILAI KEPEMIMPINAN DALAM PEWAYANGAN

Posted by on Jun 08, 2013

NILAI – NILAI  KEPEMIMPINAN DALAM PEWAYANGAN

Oleh : Praboe _ Mii IVc

Organisasi seakan telah membumi di  Bahrul ‘Ulum ini, khususnya MMA, tak pernah lepas dari hal yang satu ini. Seperti angin, yang kadang berhembus sepoi – sepoi dan terkadang berhembus keras menyentak menerbangkan, yang akhirnya merusak semuanya. Seperti yang sering kita ketahui, sudah banyak event – event (acara, red) yang  telah di selenggarakan di Bahrul ‘Ulum ini. Hal ini tak lain, untuk mengenalkan kepada santri – santri tentang pentingnya belajar organisasi.

Setiap semester, selalu saja ada event yang diadakan. Mulai dari event yang di selenggarakan OSIS, sampai event yang penyelenggaranya mempunyai lingkup skala yang besar. Memang, dibalik terselenggaranya event – event tersebut, pasti memiliki beragam kenangan tersendiri bagi si penyelenggaranya. Entah kenangan sedih atau senang, pahit atau manis, dan buruk atau tidak. Semua itu  seakan sudah menjadi mata rantai dalam berorganisasi. Dalam berorganisasi, pasti sering terjadi perbedaan. Tekad, kemauan, semangat, sampai cara memimpin merupakan arus yang sering terjadi dalam berorganisasi.

Nah, sampai disini penulis tidak akan memaparkan satu persatu, namun yang nanti akan di jelaskan oleh penulis adalah cara memimpin dengan bersumber kepada tokoh – tokoh dalam pagelaran wayang.

Tapi, kenapa harus tokoh wayang? Memangnya tidak ada tokoh yang lain? Penulis beranggapan bahwa di dalam pagelaran wayang terdapat banyak sekali, nilai – nilai moral yang bisa kita ambil sebagai bekal dalam menjalani hidup, sebut saja seperti ajaran kepemimpinan. Selain itu, sudah sejak zaman dahulu hingga sekarang, pagelaran wayang merupakan media dakwah bagi umat islam di Indonesia. Lantas apa salahnya kita sebagai orang islam Indonesia belajar  kepemimpinan melalui tokoh pewayangan?……berikut adalah sikap-sikap yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin,yang diambil dari watak tokoh wayang:

#######

            Menurut Shindhunat,rakyat adalah digdaya tanpa aji. Maksudnya rakyat memiliki kekuatan namun tanpa harga diri dan nilai. Karena itu  pemimpin adalah seorang yang mampu meredam dan membalut kedigdayaan mereka dalam tata karma yang suci. Sebab ketika seorang pemimpin tidak mampu untuk membalut kedigdayaan itu, maka rakyat akan tiwikrama atau menjadi raksasa buas yang menghancurkan.

Dalam pewayangan, Kresna merupakan sosok kesatria yang santun, merakyat, dermawan, dan berakhlak mulia. Akan tetapi ketika ia tiwikrama, ia berubah menjadi raksasa yang besarnya menyamai bukit, ia menjadi buas dan tak ada seorang pun mampu menandingi kekuatannya. Persoalan tiwikrama inilah yang dalam konteks kepemimpinan atau dalam hubungan pemimpin dengan rakyat, sebagai  persoalan yang harus disimpan dan tidak boleh sampai meledak. Sebab ketika rakyat telah tiwikrama maka akan sulit dibendung.

Dalam konteks pewayangan, terdapat pula ajaran tentang syarat  pemimpin sejati, yang terhimpun dalam term hastabrata atau delapanb sikap  yang diambilkan dari sifat alam, yaitu pemimpin harus mempunyai sikap :

  1. 1.      Mahambeg mring kismo (memiliki watak bumi)

Maksudnya setia memberi kebutuhan hidup kepada siapa saja.

Panakawan dalam perjalanan karir mereka seringkali mengajak pandawa ke daerah – daerah terpencil yang didalamnya hidup masyarakat kecil yang membutuhkan. Tujuanya adalah agar para pandawa yang saat itu menjadi sorotan dalam masyarakat pewayangan, sadar bahwa tugas mereka bukan hanya urusan raja saja akan tetapi lebih luas lagi yaitu mencakup kepentingann masyarakat kecil yang membutuhkan.oleh karena itulah dibutuhkan figure pemimpin yang mau memberi

2.      Mahambeg mring warih (memiliki watak air)

Maksudnya selalu turun ke bawah memerhatikan rakyat dan memberikan kesejukan atau rasa tentram kepada semua rarkyat.

Panakwan hakikatnya merupakan keturunan orang-orang yang mempunyai status tinggi dalam masyarakat.. akan tetapi mereka bersedia menjadi abdi dan hidup dalam kesederhanaan.ini mengajarkan kepada kita,sebagai calon pemimpin,jikalau nanti tiba waktunya kita dijadikan pemimpin kita harus memiliki sifat ini.yaitu selalu memperhatikan rakyatnya.mau dan tidak canggung untuk seserawungan dengan rakyatnya,

  1. 3.      Mahambeg mring samirana (memiliki watak angin)

Maksudnya ada dimana saja atau bersikap adil kepada siapa saja.sifat adil yang dimetaforakan dengan angin,menunjukan kepada kita bahwa dalam bersikap adil kita disuruh untuk tidak melihat kepada siapa kita harus bersikap adil.baik kepada orang yang kita kenal,maupun tidak kita kenal.Jikalau sifat ini dimiliki oleh tiap-tiap diri dari pemmpin kita, maka niscaya di Indonesia akan terlepas dari praktek nepotisme yang rasanya sudah mendarah daging

  1. 4.      Mahambeg mring candra (memiliki watak bulan)

Maksudnya memiliki penerangan yang sejuk dan indah (kebahagiaan dan harapan)panakawan adalah abdi yang selalu menghibur ketika bendaranya sedang berduka.hiburan yang di sajikan sering kali berupa tembang jawa,guyonan matondan humor.terkadang mereka menirukan suara sang bendara atau berlagak pura-pura menjadi bendara.Petruk adalah punakawn.yang paling mahir bernyanyi dan berhumor.perwajahannya yang selalu murah senyum dan bersahaja mengindikasikan kemurahan hati dan kemurahannya.Maka sepantasnyalah seorang pemimpin untuk memiliki sifat ini.bukan untuk melucu di depan rakyatnya melainkan untuk memunculkan rasa tenang pada rakyatnya jika mereka di dekat pemimpinnya.

  1. 5.      Mahambeg mring surya (memiliki watak matahari)

Maksudnya memberi sinar hidup ke seluruh jagat raya atau sebagai sumber petunjuk hidup. Panakawan adalah  sumber pencerahan bagi pandawa bila panakawan tidak ada maka pandawa akan kesulitan untuk menyelesaikan masalh-masalhnya. Karena panakawan adalah tempat mengadu bagi para pandawa, (untuk menyelesaikan malahnnya) dengan arti lain pemimpin harus memiliki otak yang cerdas dan memiliki kebijaksanaaan untuk mencari jalan keluar untuk memecahkan masalahnya, mampu membedakan mana hal yang lebih penting dan bukan untuk mementingkan hal yang dikehendakinya.

  1. 6.      Mahambeg mring samodra (memiliki watak samudera/lautan)

Maksudnya luas, tempat membuang apa saja atau mempunyai sifat kasih sayang, pengertian, serta kesabaran. Panakawan selalu menebarkan kasih saying kepada sesame,karena itu mereka memiliki teman yang banyak.mereka itu adalah abdi tetapi sejatinya mereka itu adalah seorang pemimpin yang merakyat.keunggulan dari seorang pemimpinyang merakyat adalah akan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat bawah.dan sifat ini baru akan muncul jika seseorang tidak mementingkan diri sendiri.

  1. 7.      Mahambeg mring wukir (memiliki watak gunung)

Maksudnya kukuh, teguh, tidak mudah menyerah untuk membela kebenaran maupun rakyatnya. Panakawantidak pernah lelah untuk membela kebenaran.walaupun nyawa taruhannya mereka akan siap ini mengindikasikan bahwa seorang panakawan yang sejati adalah para kesatria-kesatria berbudiluhur dan bermental baja. dalam artian lain seorang pemimpin harus dapat melindungi rakyatnya dan agar rakyatnya merasa tenang saat berada didekat pemimpinnya, bukan merasa takut karena sifat pemimpin yang suka memerintah dan memaksa.

  1. 8.      Mahambeg mring dahana (memiliki watak api)

Maksudnya mampu membakar semangat dan memberi kehangatan atau mampu memerangi kejahatan dan memberikan ketentraman/ perlindungan buat rakyatnya. Panakawan bersama dengan pandawa selalu berjuang untuk membela kebenaran dan memberikan ketentraman bagi masyarakat kecil.misi utama dari mereka adalah memayu hayuning praja dan memayu hayuning bawana

Mulder mengatakan bahwa usaha keteraturan dapat dilakukan dengan baik apabila semua orang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada. Orang harus  mengetahui tempat dan tugas masing-masing,harus menghormati kedudukan yang lebih tinggi,harus bersikap baik dan harus bertanggung jawab kepada mereka yang berkedudukan lebih rendah.

Itulah sebagian kecil dari nasehat-nasehat yang baik yang disiratkan dalam tokoh-tokoh wayang,terakhir kalinya penulis mengingatkan bahwa kita terlahir sebagai calon-calon pemimpin,

كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته………..

Tiap-tiap dari kalian adalah seorang pemimpin dan kalian akan ditanyai dari kepemimpinannya…………

kiranya dapat saling mengoreksi diri, Semoga bermanfaat….wassalam,

Tulisan yang lain :

Leave a comment

Berlangganan Tulisan ke Email

Ketik email anda untu mendapatkan update terbaru langsung ke email anda.