Kunjungan Sang Sufi Besar dari Damaskus

Posted by on Jun 08, 2013

Reportase Kunjungan Sang Sufi Besar dari Damaskus Syria

Al-Alim Al-Allamah Syekh DR. Rojab Deeb di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

 

Al-alim Al-Allamah Syekh DR. Rojab Deeb, adalah merupakan Mursyid Thoriqoh Naqsabandiyah untuk negara-negara Syam (Damaskus, Lebanon, Jordania dan Palestina). Tapi sesungguhnya wilayah dakwahnya tidak hanya meliputi negara-negara Timur Tengah saja, tapi bahkan sudah menembus wilayah German, Swiss, Perancis, Swedia, Amerika, Maroko,Indonesia, Singapura, dsb.

Kontribusinya sebagai tokoh sufi dunia sudah bisa dirasakan. Terbukti bahwa islam yang ramah, damai dan jauh dari kekerasan yang disampaikan oleh beliau mampu menggetarkan jantung Amerika dan Eropa. Banyak orang-orang Amerika dan Eropa akhirnya kemudian memeluk Islam atas usaha dakwah beliau.

Yang sangat membanggakan dan membahagiakan adalah saat hari sabtu, 13 April 2013 kemaren, ketika sang Murobbi Syekh Rojab Deeb Singgah dipondok Pesantren Bahrul Ulum. Bahrul Ulum seperti mendapat cahaya dari langit dan hembusan angin dari surga. Dihadapan lima ratus Guru dan Karyawan Yayasan PPBU, beliau menitipkan pesan-pesan moral sbb:

  1. Misi yang dibawa oleh para pendidik adalah merupakan misi Prophetic (Kenabian), karena misi setiap nabi adalah mendidik ummat, menyelamatkan umat dari kebodohan, kegelapan, dan kehancuran.
  2. Seorang guru atau pendidik tidak akan mampu memberikan ilmu dan menanam benih moral kepada anak didiknya kecuali jika  sang pendidik sudah terlebih dahulu memiliki ilmu yang memadai dan hati yang bersih yang diaplikasikan dalam prilaku nyata sehari-hari.

“Selama ini kalian selalu menyalahkan anak-anak atau peserta didik yang selalu bermain-main atau tidur ketika diberikan materi pelajaran. Yang salah itu justru kita. Yang bodoh dan tidak mengerti itu justru kita sendiri. Hati kita masih dipenuhi oleh kegelapan yang diakibatkan oleh maksiat dan dosa-dosa yang kita lakukan. Anak-anak itu seperti kertas putih  polos yang akan menerima apa saja yang kita torehkan diatasnya. Jika tinta yang kita gunakan bersumber dari hati kita yang kotor dan gelap, maka kertas yang kita tulispun akan tidak baik, menjengkelkan, dan tidak membangkitkan selera.

  1. Yang harus dibersihkan terlebih dahulu adalah hati .Pusat dan sumber ilmu ada didalam hati. Jika hati kita bersih, maka semua akan senang dengan kita. Beliau memberikan contoh bila kita menuang air kedalam suatu gelas tapi didalam gelas itu ada kotorannya, maka apakah kita akan tetap menuangkan air kedalam gelas itu? Tentu saja tidak. Begitu juga ilmu, ilmu yang bersumber dari Allah tidak akan turun jika hati tempat turunnya ilmu masih kotor. Hati adalah Raja, dan anggota tubuh yang lain adalah seperti prajurit. Jika rajanya baik, maka seluruh prajuritnya juga akan baik. Jika hati kita bersih dan ikhlas, murid-murid akan dengan sendirinya senang dengan kita.
  2. Mulailah dengan membersihkan hati . Itulah Tazkiyatun Nafs.  Proses Tazkiyah dilakukan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah, baik dengan dzikir Kholwah ( dzikir yang dilakukan dengan cara menyendiri di suatu tempat ) atau dzikir Jalwah (dzikir yang dilakukan di tengah keramaian atau perjalanan). Perbedaan antara orang yang mengingat Allah dan orang yang tidak mau mengingat Allah adalah seperti perbedaan orang  hidup dengan orang yang mati.
  3. Jangan pernah mengeluh dalam usaha kita mendidik anak-anak kita. Jangan pernah mengeluh ketika kita berusaha menjadi kekasih Allah. Sahabat-sahabat Rasulullah SAW tidak pernah mengeluh ketika berjuang melawan musuh, bahkan ketika tangan mereka terpotong terkena tebasan pedang sekalipun. Bahkan ketika dada mereka tertembus oleh lesatan tombak sekalipun. Itulah contoh sesungguhnya dari perjuangan. Itulah Keikhlasan.
  4. Jika dalam setiap jam pelajaran ada lima puluh menit, jadikan yang 30 menit atau 40 menit untuk menyampaikan materi, sedangkan sisa waktu lainnya diisi dengan bimbingan spiritual atau mengaitkan materi pelajaran itu dengan keimanan kepada Allah. Pelajaran yang hanya menitik beratkan pada penguasaan materi saja tanpa ada sentuhan rohaniah akan menjadi hampa dan  kering.

Beliau Syekh Rojab memang merupakan seorang yang memiliki mata hati yang bening dan ketajaman spiritual yang tinggi. Yang beliau sampaikan begitu mengena dan sesuai dengan realitas yang terjadi di lapangan meskipun tidak ada seseorang pun yang memberikan masukan kepada beliau sebelumnya.

Di akhir taushiyah, Sang Murobby memberikan ijazah agar diamalkan oleh semua pendidik. “ Mulailah pagi kalian, setelah sholat subuh bersama istri dan anak-anak kalian, dengan membaca istighfar sebanyak 25 kali. Al Fatihah 1 kali. Al Ikhlas 3 kali. Semuanya dihadiahkan kepada Rasulillah saw, orang tua dan guru-guru kita. Setelah itu, bacalah lafal “ ALLAH” secara berulang-ulang selama 30 menit. Lakukan semua itu dengan cara mata terpejam. Singkirkan semua kesibukan dunia dan semua hal yang mengganggu hubungan (shilah) kita dengan Allah. Jika ada sesuatu yang mengganggu kekhusu’an dan shilah kita dengan Allah, maka haddirkan wajah Syekh , Guru Ruhani, dalam alam pikiran kita”.

Malam hari, Sabtu malam Ahad 13 April,  pertemuan dengan sang Sufi besar dilanjutkan di rumah Ketua Majelis Pengasuh PP. Bahrul Ulum KH. M. Hasib Wahab. Pertemuan ini dilakukan secara terbatas hanya untuk keluarga besar KH. Hasbullah Said. Disamping mengingatkan akan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendiri pondok pesantren beliau juga mengingatkan akan pentingnya persatuan dan kebersamaan. Jika dari anggota keluarga ada yang mencalonkan diri menjadi wakil bupati seperti Nyai Hj. Munjidah Wahab atau yang menjadi anggota DPD seperti KH. M. Hasib Wahab maka semua anggota keluarga harus membantunya. Sebab bila kita ingin mengingatkan kepada orang dekat kita tentu akan lebih mudah dari pada mengingatkan kepada orang lain. Secara pribadi beliau juga memberi dukungan positif atas pencalonan KH. M. Hasib Wahab dan Ibu Nyai Hj. Munjidah Wahab.

Jombang, 15 April 2013.

H.M. Salman Al Faries Abu Rojab

Penulis adalah murid dari Sang Murobby Syekh Rojab Deeb

Tulisan yang lain :

Leave a comment

Berlangganan Tulisan ke Email

Ketik email anda untu mendapatkan update terbaru langsung ke email anda.