Sejarah Periode Kepeminpinan Majelis Pengasuh

Posted by on May 27, 2013

Hingga saat ini, sejak kepemimpinan kolektif ini diterapkan, sudah mengalami dua periode kepemimpinan Majelis Pengasuh;

1. (Almaghfurlah) KH.M. Sholeh Abdul Hamid, 1987 – 2006

Pada masa kepemimpinan beliau jabatan Ketua Umum Yayasan PPBU telah mengalami beberapa kali pergantian, yaitu KH. Ahmad al-Fatich Abdur Rohim periode 1990–1994), Drs. KH.M. Hasib Abdul Wahab periode 1994–1998, Drs. KH. Fadhlulloh Abd. Malik periode 1998–2002, KH. Taufiqurrohman Fattah periode 2002–2006 dan periode 2006–2009).

Pada saat Ketua Umum Yayasan dijabat oleh KH.Ach. Taufiqurrohman Fattah, dimunculkan peran Dewan Pengawas sebagai konsekuensi diberlakukannya Undang-Undang No 16 tahun 2001 tentang Yayasan, dan sebagai ketuanya adalah Ny.Hj. Mundjidah Wahab, dan ketika periode 2006-2009 Dewan Pengawas terdiri dari KH. Fathulloh Abd. Malik, Drs. H.M. Faruq Zawawi M.Ag. dan Ny. Hj. Salmah Nasir.

Pada periode KH.M. Sholeh Abdul Hamid ini sering disebut sebagai periode transisi dari kepemimpinan tunggal menuju kepemimpinan kolektif. Pada masa KH.M. Sholeh Abdul Hamid pondok pesantren Bahrul Ulum bertambah lembaga pendidikan formalnya seperti MA BU, MAK BU (sekarang MA-WH), dan MTs BU.

2.  (Almaghfurlah) Drs. KH. Amanulloh Abdur Rochim 2007-2008

Ketika KH. Muhammad Sholeh Abd. Hamid wafat pada senin malam selasa tanggal 16 Syawal 1427 atau 7 November 2006 tampuk pimpinan Majelis Pengasuh dipegang oleh alm. KH. Amanulloh AR. Sedangkan Ketua Umum Yayasan masih dijabat oleh KH. Ach. Taufikurrohman Fattah. Beberapa kebijakan penting yang diambil pada saat KH. Amanulloh AR menjadi Ketua Majlis adalah diselenggarakannya Pertemuuan Alumni Bahrul Ulum tingkat Nasional yang akhirnya membentuk suatu ikatan wadah alumni yang berrnama Ikatan Alumni Bahrul Ulum atau yang disingkat dengan nama IKABU.

Selain itu, untuk terus mengharumkan kembali nama Pondok Pesantren Bahrul Ulum di bumi nusantara beliau juga mengadakan Pertemuan Ulama dan Umara se Jawa dan Madura. Satu program besar lain yang digagas oleh beliau adalah pembangunan Gedung Serba Guna yang direncanakan berfungsi sebagai balai pertemuan maupun sarana olah raga santri santri Bahrul Ulum. Namun sebelum sempat pembangunan itu terealisir, beliau sudah sudah dipanggil oleh Allah pada 13 November 2007 pada usia 65 tahun, satu tahun persis setelah meninggalnya KH.M. Sholeh Abd. Hamid. Semenjak KH. Amanulloh wafat, jabatan Ketua Majelis Pengasuh – sesuai dengan kebijakan yang diambil semua anggota Majelis Pengasuh – dikosongkan untuk sementara waktu sampai berakhirnya kepengurusan tahun 2009 nanti.

Sementara untuk menjalankan roda organisasi di Majelis Pengasuh – sesuai dengan mekanisme dan job yang telah ditetapkan – maka untuk pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan lembaga pondok pesantren dipegang oleh KH.Abd. Nashir Abd. Fattah, sedangkan yang berkaitan dengan lembaga pendidikan formal dan hubungan dengan lembaga di luar PPBU dipegang oleh Drs.KH.M. Hasib Wahab, dan sebagai Katibnya adalah KH. M. Irfan Sholeh.

3. KH. Moh. Hasib Wahab (2009 – Sekarang).

Semenjak wafatnya KH. Amanulloh jabatan Majelis Pengasuh dikosongkan hingga berakhirnya masa bhakti kepengurusan Yayasan. Pada tanggal 01 – 02 November 2009 melalui forum Musyawarah Besar Bani KH. Hasbulloh Sa’id di Taman Wisata Selorejo Ngantang Malang, diputuskan untuk mengangkat KH. Moh. Hasib Wahab (Putra KH. Abdul Wahab Chasbulloh) sebagai Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan KH. Moh. Irfan Sholeh, S.Pd. (Putra KH. Moh. Sholeh Abd. Hamid) sebagai Ketua Umum Yayasan dan Ir. H. Edi Labib Patriadin sebagai sekretaris umum. Sedang dewan pengawas adalah KH. Roqib Wahab, Dr. H. Ainur Rofiq Al-Amin, M.Ag, dan Nyai. Hj. Salma Nashir.

TAHUN 2013

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, sampai dengan tahun 2013 ini sudah berusia 187 tahun, sedangkan Madrasahnya berusia 97 tahun. Di usianya yang jauh melebihi kemerdekaan bangsa ini Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang telah berkembang pesat dan memiliki beragam jenis dan jenjang pendidikan.

Hingga saat ini Pondok Pesantren Bahrul Ulum memiliki 35 unit asrama pondok pesantren (putra-putri) dan 18 unit pendidikan formal mulai dari PRA SEKOLAH sampai dengan PERGURUAN TINGGI.

Tulisan yang lain :

comment closed

Berlangganan Tulisan ke Email

Ketik email anda untu mendapatkan update terbaru langsung ke email anda.